Rabu, 20 Agustus 2014

TIPS MEMBENTUK PERILAKU DAN POLA MAKAN ANAK

 5 Tips Singkat Membentuk Perilaku dan Pola Makan Anak
Agar memiliki tata laku dan pola yang baik saat makan, kita harus mendidiknya sejak dini. Di sini  punya beberapa trik singkat yang dapat kita lakukan, nih. Simak, yuk! 
Setujukah kamu jika perilaku, kebiasaan, dan pola makan anak merupakan salah satu  kesulitan kita sebagai orangtua? Karena itu, DR. Rose Mini, M. Psi., alias Bunda Romi punya beberapa trik yang bisa kita terapkan dengan cukup mudah. Ia menyebutnya dengan istilah adaptasi normalisasi perilaku pola makan anak.

“Terkadang kita suka bingung mengapa anak kita nggak mau makan padahal sudah kita berikan makanan yang ia suka. Atau saat duduk di meja makan, anak sering sekali “mengacaukan” meja makan dan melempar-lemparkan makanan. Karena itu, adaptasi normalisasi perilaku pola makan anak ini perlu kita terapkan agar anak nggak canggung berada di meja makan,” ujar Bunda Romi saat ditemui oleh Fimela Family.

Agar anak punya perilaku dan pola makan yang baik, yuk kita terapkan hal-hal berikut ini.

1. Libatkan Anak Saat Makan

Terkadang, jadwal makan kita dengan anak berbeda. Saat kita sedang makan, kita cenderung meninggalkan anak dan makan secara terpisah dengannya. “Harusnya kita melibatkan anak untuk makan bersama kita, biarkan anak untuk melihat bagaimana cara kita makan, tingkah laku kita saat makan, dan pola makan kita. Dengan begitu, anak akan memperhatikan dan “menempelkan” tingkah laku kita di otaknya,” ujar Bunda Romi.


2. Biarkan Anak Bereksplorasi dan Bermain dengan Alat Dapur

Saat sedang mempersiapkan makanan, cobalah untuk mengajak anak ikut bermain dengan alat-alat dapur. Jika kita merasa risih, sediakanlah waktu luang untuk membiarkan anak bermain dengan alat-alat dapur. “

Jangan takut berantakan, itu adalah hal yang wajar kita hadapi. Gunanya membiarkan anak bermain dengan alat dapur seperti sendok, garpu, piring, dan hal lainnya adalah agar anak bisa bereksplorasi dan mengenal alat-alat tersebut. Nantinya, ia jadi nggak canggung dan bersikap nggak menyenangkan saat makan di meja makan,” jelas Bunda Romi. Tentu, kita harus menjauhkan Si Kecil dari alat-alat tajam seperti pisau dan lainnya agar tidak membahayakan dirinya.

  
3. Libatkan Anak dalam Table Manner

Salah satu cara agar kita bisa membentuk perilaku yang baik saat makan adalah dengan melibatkan dan mengajarkan anak table manner. “Nggak perlu yang sulit, misalnya siapkan serbet untuk dipakai saat makan. Jelaskan padanya guna serbet itu agar makanannya tidak berantakan dan mengotori bajunya. Lalu, ajarkan juga agar mulut si kecil tidak mengecap saat makan. Ajarkanlah sopan santun di meja makan dengan pelan-pelan, agar menempel di otaknya,” kata Bunda Romi.


4. Ikutkan Shopping/Belanja Bahan Makanan

Cara yang satu ini juga seru untuk dicoba bersama anak tercinta. Ajaklah dia untuk berbelanja bahan makanan atau grocery shopping ke supermarket. Saat berbelanja, jelaskanlah buah-buahan, sayur, atau makanan yang kita ambil pada anak. Ini berguna agar anak mengerti apa yang menjadi asupan mereka sehari-hari. “Dengan mengajak anak belanja seperti ini, ia akan mengingat apa yang ibu katakan dan melihat dengan jelas bahan-bahan makanan yang nantinya akan dia asup. Sadar atau tidak, anak akan excited untuk makan nantinya. Walau anak kita masih kecil tidak apa-apa, tetap ajak dan jelaskan. Ini akan memberikan stimulasi pada otaknya,” jelas Bunda Romi.

5. Ajak Anak Beres-Beres

Setelah makan, tentu kita harus membereskan meja makan. Nah, jangan lupa untuk ajak Si Kecil ikut membereskan alat-alat makanan yang ada di meja agar ia juga bisa merasakan bagaimana sulitnya membereskan meja jika berantakan.

“Kita bisa ajak anak dan bilang, “Yuk Nak, bantu ibu membereskan meja ini bersama, ambilkan ibu sendok dan garpu ya!”. Cara ini efektif untuk anak yang berusia di atas 3 tahun di mana anak sudah bisa membedakan alat-alat makan. Kita juga bisa ajak anak untuk ikut membantu kita mencuci piring-piring di dapur. Kalau Si Anak masih batita, kamu bisa dudukkan dia di dapur agar bisa melihat kegiatan ibu mencuci piring. Sambil beberes, ajaklah ia berkomunikasi misalnya menjelaskan makanan yang tadi ia makan atau alat-alat yang sedang kita bersihkan,” kata Bunda Romi. Ini berguna agar anak-anak terstimulasi untuk menghargai makanan yang kita buat dan pelan-pelan mengajarkan anak untuk disiplin membereskan alat-alat makannya.

Itulah 5 tips praktis yang dapat kita terapkan untuk membentuk adaptasi normalisasi perilaku pola makan anak. Dengan mengaplikasikan tips di atas, pelan-pelan anak akan terbentuk untuk memiliki kedisiplinan, perilaku, serta pola makan yang baik. Selamat mencoba!

Selasa, 19 Agustus 2014

TIPS MENCUCI DASI AGAR TIDAK RUSAK

Tips Mencuci Dasi Agar Tidak Rusak

Dasi adalah salah satu bagian dari pakaian yang penting untuk menunjang karir pasangan Anda. Selain itu dasi juga sangat mempengaruhi kepribadian dan juga penampilan seseorang. Faktanya dalam memakai dasi walaupun sudah sangat berhati-hati namun akan ada saja noda yang menempel pada dasi. Untuk membersihkan dasi memang gampang-gampang susah. Jika Anda salah mencucinya Anda nantinya hanya akan merusak dasi. Untuk itu simak cara mencuci dasi yang benar seperti yang telah dilansir oleh boldsky.com berikut ini yuk.

  • Yang pertama kali harus Anda perhatikan adalah label petunjuk cara mencuci dasi yang menempel di bagian belakang dasi. Dengan menuruti aturan yang tertera tidak akan terjadi kerusakan pada dasi saat proses mencuci.
  • Selanjutnya saat dasi terkena noda harus cepat-cepat dibersihkan agar tidak meninggalkan bekas. Semakin lama noda menempel akan semakin sulit untuk dihilangkan.
  • Salah satu prinsip untuk membersihkan dasi adalah dengan melakukannya dengan sangat hati-hati. Dasi kebanyakan terbuat dari bahan yang halus. Jika Anda tidak berhati-hati dalam mencuci maka dasi bisa saja rusak.
  • Jika noda yang menempel pada dasi adalah noda minyak, coba taburkan bedak bayi pada noda dan diamkan selama beberapa jam. Bedak yang ditaburkan di atas noda akan berfungsi sebagai penyerap minyak dan ini akan membantu Anda untuk lebih mudah membersihkan noda.
  • Jika noda pada dasi sangatlah membandel, Anda bisa mencoba untuk memakai soda. Oleskan soda pada noda dengan sangat hati-hati. Setelah itu kucek secara pelan-pelan. Setelah itu cuci dengan air seperti biasa.

Untuk menjaga agar dasi atau pakaian lainnya tetap awet yang benar-benar perlu diperhatikan adalah tata cara perawatan dan juga pencuciannya. Jika Anda merawat sesuai dengan petunjuk maka baju akan awet dan tahan lama.

4 Tips Patut Dicoba Agar Cepat Tidur

Anda mungkin perah suatu waktu mengalami insomnia, atau sulit tidur meski sudah sangat mengantuk. Kondisi seperti ini memang sangat bisa terjadi, terutama jika Anda merasa terganggu oleh sesuatu di sekitar Anda yang menjadi penyebab Anda tidak bisa tidur.

Nah, untuk mengatasi hal ini, ada beberapa cara mudah untuk Anda dari www.health.com agar masalah kurang tidur Anda teratasi, antara lain adalah

1. Coba dengar musik klasik dan pelan
Anda pasti ingat ketika bahwa mendengarkan musik pelan atau enak didengar, Anda pasti akan merasa lebih tenang dan santai. Hai ini juga berlaku jika Anda ingin tidur lebih cepat. Anda bisa memilih lagu klasik yang mengalun pelan dan lama. Anda secara perlahan akan merasa bosan dan mengantuk.

2. Rilekskan tubuh
Jika Anda mencoba tidur dengan berbagai macam pikiran kerjaan, maka jangan harap Anda bisa tidur dengan nyenyak. Coba jangan memikirkan apa pun. Tinggalkan semua masalah pekerjaan, atau keluarga, atau pacar, atau apa pun yang mengganggu pikiran Anda.

Bahkan jika besok Anda harus presentasi, wawancara kerja atau ujian, jangan biarkan nervous mempengaruhi malam Anda sehingga Anda tidak bisa istirahat dengan baik. Bukannya merasa fresh, Anda akan merasa semakin lelah dan tidak siap menghadapi ujian Anda.

3. Tulis diary atau blog
Jika Anda tidak bisa fokus dan masih kepikiran tentang masalah Anda, maka tidak ada cara lain selain mengungkapkannya dan menuangkan segala keluh-kesah agar pikiran plong. Cara tersebut adalah dengan menulis diary atau blog.

Uangkan semua pikiran Anda agar Anda merasa nyaman. Menghubungi sahabat dan menceritakan masalah Anda juga boleh, namun apakah Anda akan mengganggu tidurnya saat malam hari? Anda justru merusak acara istirahat mereka, Ladies. Jadi, siapkan buku dan bolpoin Anda di samping tempat tidur dan mulailah menulis.

4. Jaga suhu ruangan
Saat tidur, penting menjaga suhu ruangan tetap dingin saat musim panas atau kemarau dan menjaga suhu tetap hangat ketika hari sedang dingin. Ini akan membuat Anda merasa rileks dan mudah mengantuk. Anda pasti akan mengharapkan tempat yang nyaman dan menenangkan saat ingin tidur. Jadi, mulai atur AC atau penghangat ruangan Anda.

Itu tadi tips mudah agar Anda mudah tidur. Bagi Anda yang insomnia akut, mungkin beberapa cara tidak mempan, namun apa salahnya dicoba?

MANFAAT JAGUNG

7 Manfaat Menakjubkan Jagung bagi Kesehatan

Bisa melawan anemia, sembelit hingga kanker

 Jagung dalam bentuk apapun sehat dan harus ditambahkan ke diet Anda agar mendapatkan beberapa keuntungan yang tentu saja baik bagi kesehatan.

Berikut adalah beberapa manfaat super jagung bagi kesehatan:
1. Melawan Anemia
Jagung kaya zat besi dan vitamin B12 yang membantu dalam pembentukan sel-sel darah baru. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi jagung maka masalah hemoglobin tidak akan Anda alami.
2. Memelihara Rambut
Kehadiran vitamin A dalam jagung, membantu untuk mengembalikan kilau rambut dan kelembutan setiap helai rambut Anda.
3. Mempertajam Penglihatan
Vitamin A juga dikenal untuk sangat baik untuk menjaga kesehatan mata Anda. Dengan mengonsumsi jagung, maka daya penglihatan Anda juga semakin tajam.
4. Melawan Kanker
Banyaknya antioksidan dalam jagung akan memnbatu melawan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas.
5. Mencegah Kerusakan Kulit
Kehadiran vitamin A, C dan likopen (lycopene) mempromosikan kulit bercahaya dengan memerangi radikal bebas yang merusak kulit.
6. Pencernaan
Jagung merupakan sumber yang baik sebagai serat yang larut dalam makanan, yang membantu dalam menjaga kesehatan lambung dengan mencegah sembelit.
7. Penguat Energi
Jagung memiliki karbohidrat yang menjadi sumber energi yang sangat baik.
Jadi, tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi jagung setiap hari agar Anda dapat merasakan berbagai manfaatnya yang begitu menakjubkan. (Zeenews)

MENGANALISA KEPRIBADIAN DARI STATUS FACEBOOK

Menganalisa Kepribadian dari Status Facebook

Pilihan kata-kata menunjukkan kepribadian Anda. 

Jika Anda menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis status di akun Facebook Anda, dengan tujuan untuk memproyeksikan citra tertentu pada dunia, Anda mungkin menjadi anggota kelompok ini.

Sekelompok ilmuwan yang menyebut dirinya sebagai “Proyek Kesejahteraan Dunia” sedang melakukan analisis berkelanjutan terkait status pemilik Facebook dari seluruh dunia. Sejauh ini, data yang berhasil mereka kumpulkan telah mengungkap beberapa korelasi yang menarik antara apa yang diunggah orang di Facebook dengan arketipe kepribadian yang berbeda.
Untuk berpartisipasi dalam proyek ini, orang harus mengunduh aplikasi “Sifat saya” di akun Facebook. Aplikasi ini mengelola tes kepribadian standar.
Setelah tahapan ini, kepribadian pemilik akun Facebook akan dianalisis berdasarkan status yang mereka unggah. Sejauh ini, tercatat ada  75.000 orang mengikuti proyek ini. Hingga saat ini, para peneliti telah menerbitkan enam laporan. Dan hasilnya  ternyata seperti yang diharapkan.
Orang-orang yang diklasifikasikan sebagai ekstrovet cenderung menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan gaya hidup yang berkonotasi dengan kesenangan, seperti pesta, akhir pekan atau liburan. Sebaliknya mereka yang introvet lebih cenderung menggunakan kata-kata yang menunjukkan kesendirian, seperti komputer, membaca, dan Pokemon.
Ini berarti bahwa jika dianalisis, penggunaan platform media sosial memberikan wawasan nyata siapa kita di balik tweet/ status update/ atau foto yang kita unggah di media sosial.  Jadi Anda masuk kategori yang mana? (refinery29.com)

 

MULTIPLE INTELLIGENCES DAN EVALUASI PEMBELAJARAN



Multiple Intelligences dan Evaluasi Pembelajaran

Jenis penilaian yang ditawarkan multiple intelligences adalah penilaian autentik.   Penilaian autentik mengutamakan penilaiannya pada proses bukan hasil.   Ada dua syarat dalam penilaian autentik.  Syarat pertama observasi, kedua adalah syarat pendokumentasian karya.  Syarat obervasi artinya guru adalah orang yang harus paling mengetahui perkembangan belajar siswa.  Perkembangan belajar siswa terus menerus dipantau berdasarkan proses belajar mereka di kelas atau pun di luar kelas.  Sedangkan syarat pendokumentasian terdiri atas beberapa jenis, yaitu catatan tertulis(catatan prestasi akademis dan nonakademis mereka), contoh hasil karya (dokumen yang berisi hasil karya siswa), kaset (rekaman ketika siswa membaca atau mendongeng), videotape (dokumentasi rekaman kemampuan siswa yang tidak bisa didokumentasikan dengan cara lain), fotografi (kamera untuk mendokumentasikan karya siswa), jurnal siswa (siswa membuat jurnal untuk mendokumentasikan karya mereka di sekolah), grafik buatan siswa (siswa membuat catatan kemajuan akademik dengan grafik), tes informal (tes menitikberatkan pada penilaian kualitatif), wawancara siswa (siswa mengemukakan hal lain di luar sekolah yang lebih luas), centang (menggunakan format centang untuk mengetahui keterampilan siswa), peta kelas (perhatikan pola pergerakan siswa berdasarkan peta kelas), catatan kalender (siswa mencatat kegiatan mereka sehari-hari di peta kalender).
Berkaitan dengan istilah penilaian autentik tadi, penelitian ini menggunakan konsep penilaian autentik yang juga sejalan dengan jenis penilaian dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).  Penilaian autentik menurut Hayat (2003:3) dalam Sulistiany Idris (2004:1) adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai.
Masih menurut Hayat (2003:3), prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam penilaian autentik adalah :
a.    proses penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran;
b.    penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan masalah dunia sekolah;
c.    penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode, dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar;
d.    penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif, afektif, psikomotor).
Dalam Sulistiany Idris (2004:1) alat penilaian autentik yang disarankan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah jurnal, rubrik, portofolio, karya tulis siswa, penampilan siswa, lembar observasi, lembar kegiatan siswa, pekerjaan rumah, dan tes tertulis.
Instrumen tes dalam peneltian ini berupa penilaian rubrik.  Instrumen rubrik terdiri atas dua jenis, yakni rubrik analitik (penilaian dengan skala angka) dan rubrik holistik (penilaian dengan menggunakan catatan tingkat keberhasilan siswa).  Berikut ini adalah contoh penilaian rubrik analitik dan rubrik holistik 
           Contoh Alat Penilaian Keterampilan Menulis dengan Rubrik Analitik 
No
Aspek
Skor
Indikator
1
Urutan Peristiwa
25
Urutan Peristiwa disusun secara runtut
2
Tahapan Peristiwa
25
Tahapan peristiwa ditulis secara jelas
3
Detail Peristiwa
20
Detail cerita dikembangkan dengan memadai
4
Hikmah cerita
20
Ada hikmah yang dipetik penulis
5
Ejaan/Tanda Baca
10
Tidak ada kesalahan penulisan ejaan/tanda baca.
Sulstiany Idris,2004:2



Contoh Penilaian Keterampilan Menulis dengan Rubrik Holistik

No
Tingkatan
Indikator
1
Wow, hebat sekali!
  1. Urutan peristiwa runtut
  2. Tahapan peristiwa jelas
  3. Detail cerita memadai
  4. Ada hikmah dari peristiwa yang ditulis
  5. Tidak ada kesalahan ejaan/tanda baca
2
Bagus cukup membanggakan!
  1. urutan peristiwa runtut
  2. tahapan peristiwa jelas
  3. detail cerita memadai
  4. belum ada hikmah dari peristiwa yang ditulis
  5. ada beberapa kesalahan ejaan dan tanda baca.
3
Lumayan, tetapi perlu perbaikan!
  1. urutan peristiwa runtut
  2. tahapan peristiwa jelas
  3. detail cerita kurang memadai
  4. tidak ada hikmah dari peristiwa yang diceritakan
  5. ada beberapa kesalahan ejaan dan tanda baca
4
Belajar lebih giat lagi, ya!
  1. urutan peristiwa runtut
  2. tahapan peristiwa kurang jelas
  3. detail cerita kurang memadai
  4. tidak ada hikmah dari peristiwa yang ditulis
  5. ada beberapa kesalahan ejaan dan tanda baca
5
Aduh, kasihan deh!
  1. urutan peristiwa tidak runtut
  2. tahapan peristiwa tidak jelas
  3. detail cerita tidak memadai
  4. tidak ada hikmah dari peristiwa yang ditulis
  5. banyak kesalahan ejaan dan tanda baca

Sulistiany Idris,2004:3
 

MEMPERKENALKAN MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM LINGKUNGAN KELAS

Memperkenalkan Multiple Intelligences kepada Siswa
Adalah suatu keharusan guru multiple intelligences untuk memperkenalkan konsep multiple intelligences di kelas.  Memperkenalkan multiple intelligences disesuaikan dengan usia dan latar belakang siswa.  Untuk siswa Sekolah Dasar, pengenalan multiple intelligences dapat dilakukan dengan menjelaskan secara langsung kepada siswa, tentu saja dengan bahasa yang sederhana.
Cara sederhana itu bisa berupa pertanyaan yang diajukan langsung kepada siswa.  Untuk pertama kali,  guru mengajukan pertanyaan “siapa yang merasa cerdas di kelas ini?”. Jika tidak ada siswa yang menjawab atau mengacungkan tangan, maka ajukanlah beberapa pertanyaan yang  bertujuan untuk mengekplorasi keceradasan yang dimiliki siswa.  Pertanyaan harus bersifat umum agar semua siswa merasa terakomodasi bahwa mereka memang cerdas.  Berikut ini adalah contoh beberapa pertanyaan berdasarkan delapan kecerdasan yang dapat diajukan guru kepada siswa.

Kecerdasan Linguistik

Siapa yang dapat berbicara?
Siapa yang dapat menulis?
Siapa yang dapat membaca?

Kecerdasan Matematis-Logis

Siapa yang bisa menghitung di luar kepala?
Siapa yang tahu mengapa air itu berwarna jernih?

Kecerdasan Spasial

Siapa yang suka mencorat-coret buku atau tembok?
Siapa yang bisa membayangkan ada seekor kuda tertawa ketika memejamkan mata?

Kecerdasan Kinestetis-Jasmani

Siapa yang suka olah raga?
Siapa yang suka membuat kerajinan tangan?

Kecerdasan Musikal

Siapa yang senang mendengarkan musik?
Siapa yang pernah memainkan alat musik?

Kecerdasan Interpersonal

Siapa yang memiliki sekurang-kurangnya satu orang teman?
Siapa yang senang bekerja kelompok?

Kecerdasan Intrapersonal

Siapa yang suka melamun?
Siapa yang mempunyai tempat rahasia di rumah atau di sekolah?

Kecerdasan Natural

Siapa yang senang jalan-jalan di alam terbuka?
Siapa yang punya binatang peliharaan?
Guru berhak membuat pertanyaan-pertanyaan sejenis asalkan tidak membuat pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya “siapa yang sudah membaca dua buah buku minggu ini?”.  Ketika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tadi pasti banyak sekali siswa yang mengacungkan tangan.  Setelah mengajukan pertanyaan tadi, ajukankanlah pertanyaan “siapa di antara kalian yang merasa cerdas?” kembali.  Kemudian guru menjelaskan bahwa setiap siswa itu cerdas dan memiliki kecerdasan yang beragam.  Guru kemudian menjelaskan konsep kecerdasan majemuk dengan menggambar atau memperlihatkan “pizza kecerdasan majemuk”.   Istilah-istilah sulit diterjemahkan dalam bahasa siswa misalnya kecerdasan linguistik menjadi “cerdas kata”, kecerdasan matematis logis menjadi “cerdas angka-logika”, kecerdasan spasial menjadi “cerdas gambar”, kecerdasan kinestetis-jasmani menjadi “cerdas tubuh”, kecerdasan musikal menjadi “cerdas musik”, kecerdasan interpersonal menjadi “cerdas gaul”, kecerdasan intrapersonal menjadi “cerdas diri”, kecerdasan natural menjadi “cerdas alam”.
Menurut Armstrong (2002:66-67), cara lain yang dapat dilakukan guru untuk memperkenalkan multiple intelligences adalah dengan melibatkan siswa dalam beberapa kegiatan berikut ini.
a.    Hari karier di sekolah.  Guru dapat memperkenalkan berbagai macam pekerjaan dan profesi kepada siswa.  Guru dapat mendatangkan para ahli dari berbagai bidang ke dalam kelas.  Guru dapat mengundang petani, pemusik jalanan, atlet lokal, dokter anak, dan sebagainya.
b.    Karya wisata. Guru mengajak siswa ke tempat sekitar sekolah untuk menunjukkan banyak hal.  Misalnya ke museum, kebun binatang, persawahan sekitar sekolah, stasiun radio, planetarium, dan lain-lain.
c.     Gambar atau poster dinding.  Guru harus membuat suasana kelas penuh dengan tokoh multiple intelligences.  Misalnya poster Chairil Anwar (linguistik), B.J. Habibie (matematis-logis), Affandi (spasial), Taufik Hidayat (kinetetis-jasmani), W.R. Supratman (musikal), Soekarno (Interpersonal), R.A. Kartini (intrapersonal), dan Adnan Oktar (natural).
d.    Rak pameran.  Guru memamerkan hasil karya siswa di kelas.  Karya diklasifikasikan berdasarkan kecerdasan.  Gambar untuk kecerdasan spasial, puisi untuk kecerdasan linguistik, lagu-lagu untuk kecerdasan musikal, hasil kerajinan tangan untuk kecerdasan kinestetis-jasmani, dan sebagainya.
e.    Berburu kecerdasan.  Teknik ini adalah sebuah simulasi perkenalan siswa kepada sesama temannya.  Sangat sesuai jika semua siswa baru saling mengenal.  Siswa diberi lembaran tugas yang mencerminkan delapan tipe kecerdasan majemuk kemudian diinstruksikan untuk mencari dan meminta tanda tangan teman yang memiliki kecerdasan majemuk tadi.
f.      Papan permainan. Kreatifitas guru sangat dituntut di sini.  Guru dapat membuat sendiri papan permainannya dan merancang sendiri permainan seperti apa yang tepat untuk siswa dan akan menunjang materi pembelajaran.
g.    Cerita, lagu, dan drama multiple intelligences.  Guru dapat membawa cerita rakyat, lagu-lagu anak-anak yang penuh semangat atau membuat skenario drama yang disesuaikan dengan materi pembelajaran.
  
3.  Multiple Intelligences dan Lingkungan Kelas
     Kelas bagi multiple intelligences tidak hanya sebuah ruangan yang terdiri atas deretan bangku yang rapi, papan tulis, meja guru, dan penggaris.  Bagi multiple intelligences kelas adalah tempat kondusif yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran sehingga tercapai tujuan. 
     Lingkungan kelas berarti sebuah suasana yang harus mendukung proses pembelajaran.  Lingkungan kelas yang dimaksud, bukanlah sekelompok siswa yang duduk rapi berderet di kursi yang menghadap papan tulis di depan seorang guru yang sibuk menilai berkas soal.  Dalam multiple intelligences yang dimaksud dengan lingkungan kelas atau lingkungan belajar adalah seperangkat kegiatan kondusif yang dilakukan oleh guru untuk membuat siswa aktif dan kreatif di dalam kelas.  
     Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru berkaitan dengan lingkungan kelas berdasarkan konsep multiple intelligences.  Berikut adalah beberapa pertanyaan yang menjadi bahan evaluasi guru untuk memaksimalkan lingkungan kelas yang kondusif.

Kecerdasan Linguistik

Bagaimana perkataan lisan yang dikemukakan di kelas?  Apakah kosa kata yang digunakan terlalu sulit dan kompleks?  Apakah suara guru terdengar jelas?

Kecerdasan Matematis-Logis

Bagaimana penataan waktu di kelas? Apakah waktu guru berbicara lebih banyak daripada waktu siswa untuk berkreatifitas?

Kecerdasan Spasial

Apakah suasana kelas enak dipandang?  Apakah warna cat ruangan kelas membuat siswa jenuh belajar?  Apakah kelas menumpuk banyak sampah?
Kecerdasan Kinestetis-Jasmani
Apakah siswa menghabiskan banyak waktu belajarnya dengan duduk, diam, dan dengar?
Kecerdasan Musik
Apakah suasana kelas begitu hening sehingga tidak ada satu suara berirama pun yang diperdengarkan atau dinyanyikan?
Kecerdasan Interpersonal
Apakah siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi positif (bekerja sama di dalam kelas)?
Kecerdasan Intrapersonal
Apakah siswa mendapatkan kesempatan untuk memilih sesuai hobi, imajinasi, dan kegemarannya untuk meningkatkan motivasi belajarnya di kelas?
Kecerdasan Natural
Apakah siswa memperoleh kesempatan belajar di luar gedung sekolah?
(Armstrong,2002:136-140)

4.   Multiple Intelligences dan Manajemen Kelas
     Manajemen kelas berarti bagaimana seorang guru mampu mengelola sebuah kelas sehingga proses pembelajaran dapat mencapai tujuan.  Berikut akan diuraikan beberapa teknik mengelola kelas model multiple intelligences.
a.  Menarik Perhatian Kelas
     Salah satu tugas guru yang harus dilakukan adalah bagaimana menarik perhatian seluruh siswa untuk memulai pembelajaran di kelas.  Di kelas klasikal, biasanya guru akan berteriak, “Diaaam!!” atau mengetuk-ngetuk papan tulis ketika suasana kelas mulai ribut.  Sekarang tindakan menarik perhatian kelas seperti tadi tidak berguna lagi.  Perlu diingat bahwa kecerdasan siswa yang beragam menuntut guru untuk kreatif membuat cara agar seluruh siswa tertarik pada apa yang akan diberikan guru.
     Thomas Armstrong (2002:154) mengajukan beberapa trik berikut yang dapat menjadi alternatif guru untuk menarik perhatian siswa :
(1)  Kecerdasan linguistik, misalnya guru  membaca puisi yang lucu.
(2)  Kecerdasan matematis-Logis, misalnya dengan berhitung dengan suara lantang seperti akan memulai sebuah lomba atau pertandingan, “Tiga ..., dua ..., satu!”.
(3)  Kecerdasan spasial, misalnya dengan menampilkan gambar yang lucu, eksotik atau pun gambar-gambar unik lainnya.
(4)  Kecerdasan kinestetis-jasmani, misalnya dengan menempelkan jari telunjuk di bibir, kemudian meminta semua siswa menirukannya.
(5)  Kecerdasan musikal, misalnya dengan bersiul berirama, kemudian meminta seluruh siswa menirukannya.
(6)  Kecerdasan interpersonal, misalnya dengan membisikkan kepada salah satu siswa untuk disebarluaskan perorang bahwa pelajaran akan dimulai.
(7)  Kecerdasan intrapersonal, misalnya guru berdiri di depan kelas, membiarkan siswa asyik dengan kesibukan sendiri sampai seluruh siswa menyadari diamnya guru.
(8)  Kecerdasan naturalis, misalnya membawa sebuah binatang ke kelas atau memutar kaset kicauan burung.

b. Mempersiapkan Masa Peralihan
     Masa peralihan di sini adalah masa di saat guru akan berganti dari suatu bagian pembelajaran ke bagian yang lain.  Misalnya akan istirahat,  pulang, atau berganti mata pelajaran. 
     Berikut ini adalah beberapa trik kreatif yang diajukan Armstrong (2002:155-156) berdasarkan delapan tipe kecerdasan siswa :
(1)  bersiap istirahat : isyarat musik  simfoni, gambar anak-anak yang sedang bermain, meregangkan tangan dan menguap.
(2)  Bersiap menjelang pulang : isyarat menyanyi lagu perpisahan pulang (lagu sayonara, dan sejenisnya), gambar anak yang naik bus penjemput, meletakkan tangan di atas dahi dan memandang keluar kelas (seperti melihat rumah).
(3)  Berganti pelajaran disesuaikan dengan mata pelajaran pengganti tersebut.  Misalnya mata pelajaran IPA akan digantikan mata pelajaran pelajaran bahasa Indonesia, misalnya guru membuat pantun.

c. Mengomunikasikan Peraturan Kelas
     Hal lain yang harus diperhatikan guru ketika mengelola kelas adalah bagaimana guru mengomunikasikan peraturan kelas kepada siswa.  Beberapa trik berikut dapat menjadi alternatif agar peraturan kelas dapat diketahui dan dipahami siswa dengan baik (Armstrong,2002:157).
(1)  Komunikasi linguistik dengan menempelkan peraturan kelas di dinding kelas.
(2)  Komunikasi matematis-logis misalnya peraturan dinomori dengan angka dan ketika menyebutkan peraturan yang disebutkan adalah angka peraturan tersebut.
(3)  Komunikasi spasial, peraturan dengan menggunakan simbol bagi yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
(4)  Komunikasi musikal, peraturan diubah menjadi sebuah lagu yang mudah dihafal siswa.
(5)  Komunikasi interpersonal, satu kelompok kecil siswa bertanggung jawab terhadap sebuah peraturan.
(6)  Komunikasi intrapersonal, siswa yang membuat peraturan dan mengomuikasikannya kepada teman sekelasnya tentang peraturan yang dibuatnya dengan cara yang unik.
(7)  Kecerdasan naturalis, setiap peraturan dihubungkan dengan jenis binatang tertentu.  Misalnya kelinci untuk “menghormati”, merpati untuk “tenang”, semut untuk “bekerja sama”, dan sebagainya.
d. Membentuk Kelompok
     Kelompok adalah sebuah komunitas belajar kecil yang akan mengolah kecerdasan interpersonal siswa.  Ada beberapa trik yang ditawarkan Armstrong untuk mengelola kelas dengan teknik membentuk kelompok ini.
(1)  Kecerdasan linguistik, mengelompokkan siswa berdasarkan huruf pertama siswa.
(2)  Kecerdasan matematis-logis, mengelompokkan siswa berdasarkan urutan angka satu sampai dengan jumlah kelompok yang akan dibuat.
(3)  Kecerdasan spasial, mengelompokkan siswa berdasarkan warna kesukaan.
(4)  Kecerdasan kinestetis-jasmani, mengelompokkan siswa berdasarkan kecerdasan gerak, misalnya carilah teman yang bisa melompat dengan satu kaki, dan sebagainya.
(5)  Kecerdasan musik, mengelompokkan siswa berdasarkan lagu-lagu anak-anak yang mereka sukai.
(6)  Kecerdasan natural, mengelompokkan siswa berdasarkan hewan kesukaan dengan cara menirukan suara.

Lets Go