Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juli 2014

MAHASISWA UGM KEMBANGKAN PUPUK DARI ABU VULKANIK

Mahasiswa UGM Kembangkan Pupuk dari Abu Vulkanik

Sudah saatnya berkawan dengan bencana

Abu vulkanik. (Shutterstock)
Abu vulkanik

Tim peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada mengembangkan melon unggul Tacapa yang ditanam menggunakan media tanam campuran abu vulkanik sisa erupsi Gunung Kelud.
“Abu vulkanik memiliki potensi dapat digunakan untuk campuran media tanam pengganti pupuk komersial,” kata koordinator tim peneliti Budi Setiadi Daryono di Yogyakarta, Sabtu, (26/7/2014).
Menurut dia, melon yang ditanam pada lahan dengan media tanam campuran abu vulkanik memiliki karakteristik tidak jauh berbeda, baik segi ukuran, rasa, bentuk maupun berat buah.
“Pemanfaatan abu vulkanik sebagai media tanam diharapkan dapat memberikan ‘public awareness‘ bahwa tidak selamanya kita harus bersikap takut atau was-was terhadap bencana, namun sudah saatnya ‘berkawan’ dengan bencana,” katanya.
Anggota tim peneliti Purnomo mengatakan, capaian yang telah diperoleh dalam pengembangan melon unggul kultivar Tacapa antara lain tahan terhadap jamur tepung, dapat dibudidayakan menggunakan media tanam abu vulkanik.
Selain itu potensial untuk dikembangkan di lahan kritis karst dalam upaya konservasi lahan.
Menurut dia, capaian selanjutnya yang diharapkan antara lain benih-benih melon yang mempunyai karakter morfologis dan agronomis yang unggul, seragam, dan stabil itu dapat disertifikasi dan diproduksi sebagai benih melon komersial unggulan nasional.
“Kami berharap ke depan dapat dikembangkan lebih bagus lagi, khususnya di lahan karst sebagai upaya konservasi lahan,” katanya. (Antara)

Sabtu, 26 Juli 2014

DETERGEN ALAMI DARI GETAH WIDURI

Ini Dia Detergen Alami dari Getah Biduri

Biduri atau calotropis gigantae/wikipedia.org
wikipedia.org
Biduri atau calotropis gigantae
Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang Jawa Timur menciptakan detergen berbahan baku ekstrak getah biduri atau calotropis gigantae dengan teknologi nano yakni "Bio-Nano Surf".
Ketua tim peneliti deterjen tersebut Devy Setyana, Selasa (22/7/2014), mengatakan getah tanaman biduri memiliki kandungan saponin dan enzim protease yang mampu bertindak sebagai deterjen alami.
Saponin adalah jenis glikosida yang dapat membentuk buih dalam air serta dapat mengangkat kotoran dan menurunkan tegangan air, sedangkan protease adalah enzim yang dapat merombak protein.
"Keberadaan enzim protease dapat membantu kinerja saponin dalam membersihkan noda karena kemampuannya dalam memecah protein yang merupakan salah satu komponen utama kotoran pakaian," kata Devy.
Dikatakan, biduri merupakan tanaman lokal Indonesia yang ketersediaannya cukup melimpah. Tanaman ini termasuk mudah tumbuh dan tidak bersifat musiman, tapi masih minim pemanfaatan, bahkan sebagian masyarakat masih menganggap hama karena mengandung kalsium oksalat yang menyebabkan gatal-gatal.
Dengan netralisasi menggunakan HCl pada konsentrasi aman sebesar 0,2-1 persen, sebenarnya hal itu dapat diatasi, sehingga masyarakat bisa mengambil manfaat dari saponin dan protease yang ada pada tanaman biduri.
Menyinggung proses pembuatan deterjen alami itu, Devy menjelaskan menggunakan nanoteknologi sebagai suatu rekayasa molekuler yang mengubah partikel berskala nanometer.
Nanoteknologi ini akan meningkatkan kemampuan deterjen untuk membersihkan noda karena makin kecil partikel akan makin memudahkan masuk ke serat kain terkecil.
Partikel Nano
Selain itu partikel nano yang berukuran kecil juga akan meningkatkan daya degradasi deterjen, sehingga lebih mudah diurai oleh mikroorganisme. Proses nanofikasi ini menggunakan freeze drying (mesin pengering beku pada suhu minus) yang mampu mengecilkan partikel deterjen sampai 800 nanometer.
Teknologi ini, kata Devy, juga memungkinkan terbentuknya kristalisasi ekstrak getah biduri, sehingga menjadi bubuk. Setelah mengalami proses pengujiian yang dilakukan dengan mencuci noda cokelat pada kain dengan perendaman 5 menit dan pengucekan 1 menit, terbukti deterjen alami berbahan getah biduri ini mampu menyamai kemampuan deterjen komersial.
Deterjen dari getah biduri itu juga diuji toksisitas dan nilai baku mutu limbah deterjen untuk menguji tingkat biodegradable (kemampuan terurai di alam).
Hasilnya, nilai baku mutu limbah deterjen getah biduri lebih rendah dari batas maksimum ketetapan baku mutu limbah pada deterjen komersial, sehingga lebih ramah lingkungan.
"Saat ini hasil penelitian Bio-Nano Surf sudah didaftarkan untuk memperoleh hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan akan diikutkan pada konferensi ilmiah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Selandia Baru," ujarnya.
Latar Belakang
Mengenai latar belakang penelitian untuk menciptakan deterjen alami tersebut, Devy mengaku penggunaan zat aktif surfaktan Alkil Benzena Sulfonat (ABS) dan Linear Alkil Sulfonat (LAS) pada produk pembersih detergen diketahui menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup.

Sebab, zat tersebut adalah bahan aktif berbahaya yang sulit diuraikan oleh mikroorganisma, sehingga dapat mencemari lingkungan, khususnya air sungai, bahkan menyebabkan kematian pada biota laut.

Selain itu, kandungan ABS dan LAS pada deterjen juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan akibat residu cemaran yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan iritasi kulit.

Kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) yang melakukan penelitian tersebut adalah Devy Setyana, M.Arham, Sugiyati Ningrum, Anggi Nurvianti dan Nur Oktavia Suci. (Antara)

Kamis, 17 Juli 2014

Honda HR-V Mulai Diproduksi Januari 2015

Honda HR-V Mulai Diproduksi Januari 2015

Booking unit kendaraan bisa dilakukan di IIMS

Penampakan Honda HR-V. [Honda.com]
Penampakan Honda HR-V. [Honda.com] 
Varian Sport Utility Vehicle (SUV) terbaru dari Honda, yakni HR-V akan mulai diproduksi di Indonesia pada Januari 2015.
Namun, booking unit kendaraan ini sudah bisa dilakukan setelah peluncurannya yang dilaksanakan pada September dalam acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014.
“Booking bisa langsung dilakukan setelah kami perkenalkan di IIMS nanti,” kata Marketing and After Sales Director PT. Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy di Jakarta, Rabu (16/7/2014).
Mobil ini akan tersedia dalam dua varian mesin yakni 1.5 L dan 1.8 L. Kedua varian mesin ini sudah dilengkapi dengan fitur keamanan seperti electric parking brake, auto brake hold, VSA dan dual airbag.
“Khusus untuk yang mesin 1.8 L juga dilengkapi dengan panoramic roof,” katanya.
Jonfis menyebut bahwa basis mesin yang digunakan oleh Honda HR-V ini adalah mesin yang digunakan pada mobil Honda Jazz.
Honda HR-V, atau Honda Vezel di Jepang sendiri tersedia dalam dua varian yakni mesin 1.5 L dan mesin Hybrid. (suara.com)

Lets Go